Senin, 10 Oktober 2016

Ki Hajar Dewantara

Image result for ki hajar dewantara quotePendiri Taman Siswa ini adalah Bapak Pendidikan Nasional. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan). Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 28 April 1959 dan dimakamkan di sana.
Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

MODUL GURU PEMBELAJAR TK

Kebijakan Kementerian Kebudayaan dalam meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan, diawali dengan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Program Guru Pembelajar. Untuk memenuhi kebutuhan bahan ajar kegiatan tersebut, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK dan PLB), telah mengembangkan Modul Guru Pembelajar Bidang Taman Kanak-kanak yang merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

Bagi para Guru dan Pengawas yang membutuhkan modul tersebut sebagai bahan reverensi dilakan KLIK tautan di bawah ini :

3. MODUL GP TK KOMPETENSI C



Minggu, 09 Oktober 2016

PEDOMAN PKB BAGI GURU PEMBELAJAR

Guru sebagai tenaga profesional memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka mencapai Visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2025 yaitu Menghasilkan Insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif. Oleh karena itu profesi guru harus dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang - Undang Nomor 14 Tentang Guru dan Dosen.

Image result for Pendidikan Keprofesian BerkelanjutanKonsekuensi jabatan guru sebagai profesi, diperlukan pembinaan dan pengembangan terhadap profesi guru secara terprogram dan berkelanjutan melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan guna mendukung Pengembangan Profesi Guru Pembelajar (PPGP) merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan terbentuknya guru yang profesional.

Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas (Selaku Pembina Guru) dapat mengunduh buku tersebut melalui tautan di bawah ini.



Buku - buku ini diunduh dari WA Pengawas Jateng, kiriman Ibu Dyah Sulistyowati dari Kabupaten Karanganyar (Beliau adalah Juara 1 Pengawas Berprestasi Jawa Tengah Tahun 2016) dan dibantu mengunduh oleh Bp. Bambang MR dari Kabupaten Sragen. Terima kasih.

Muhasabah Memahami Kurikulum 2013

Oleh : N.A. Suprawoto

Kita tentu bukan baru kemarin sore menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di negeri ini. Sebagian dari kita bahkan sudah lebih dari separo umurnya diabdikan pada pendidikan. Tetapi seperti yang banyak diakui, pendidikan kita sering dikatakan berjalan di tempat kalau tidak mau dikatakan berhenti sama sekali. Jika benar demikian, apakah kita juga menjadi bagian dari penyebabnya?

Image result for kurikulum 2013 revisi 2016

Tulisan ini bukan untuk mencari atau menyalahkan salah satu pihak atas “rendetnya” laju pendidikan di negara kita. Karena tulisan ini bertema pendidikan dan khususnya menyoroti tentang kurikulum, maka sasaran tulisan ini antara lain para praktisi pendidikan (formal) yakni guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.  Tulisan ini lebih ditujukan sebagai muhasabah bagi para insan pendidikan khususnya saya pribadi sebagai penulis untuk mencoba menelusuri apa yang sudah saya fahami atau saya mengerti sehingga berpengaruh terhadap apa yang kemudian akan saya kerjakan. Memahami pastilah tidak sama persis artinya dengan mengerti. Namun dalam konteks ini penulis hendak ‘menyamakan’ makna keduanya. Maksud penulis bahwa dalam tulisan ini jika disebut ‘mengerti’ maka maknanya sama halnya dengan jika disebut ‘memahami’.

Seseorang yang faham tentang sesuatu maka ia akan dapat mengerjakan sesuatu yang difahaminya tersebut dengan hasil lebih baik. Sebaliknya jika ia tidak faham tentang sesuatu yang dikerjakannya, maka jangan harap hasilnya akan bisa baik.

Teori Belajar Kognitif

Image result for teori belajarPada dasarnya belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan aktivitasmental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku, ketrampilan dan nilai sikap yang bersifat relatif dan berbekas. Teori belajar kognitif lebih menekankan pada belajar merupakan suatu proses yang terjadi dalam akal pikiran manusia.

Secara umum, terdapat tiga macam teori belajar yang sudah dikenal, yakni: Teori belajar Behavioristik, Teori Belajar Kognitif dan teori Belajar Konstruktivistik. Pada pembahasan berikut, akan disampaikan pembahasan tentang Teori Belajar Kognitif.

BUKU - BUKU PENTING UNTUK PENGAWAS SEKOLAH

Bagi yang memerlukan dapat mengunduh silakan KLIK tautan di bawah ini :

1. Pedoman Pengawasan
2. Konsep Supervisi Manajerial
3. Pelaksanaan Supervisi Manajerial
4. Supervisi Akademik
5. Supervisi Manajerial
6. Laporan Hasil Pengawasan
7. Pemantauan Pemenuhan SNP
8. Pengembangan Profesi
9. Penilaian dan Pemantauan Pembelajaran
10. PKS, PKG dan Penilaian Tenaga Kependidikan

Sabtu, 08 Oktober 2016

MACAM – MACAM PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Ada beberapa macam pendekatan pembelajaran yang digunakan pada kegiatan belajar mengajar, antara lain :

       1.    Pendekatan Kontekstual  

Image result for about learningPendekatan konstekstual berlatar belakang bahwa siswa belajar lebih bermakna dengan melalui kegiatan mengalami sendiri dalam lingkungan alamiah, tidak hanya sekedar mengetahui, mengingat, dan memahami. Pembelajaran tidak hanya berorientasi target penguasaan materi, yang akan gagal dalam membekali siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Dengan demikian proses pembelajaran lebih diutamakan daripada hasil belajar, sehingga guru dituntut untuk merencanakan strategi pembelajaran yang variatif dengan prinsip membelajarkan – memberdayakan siswa, bukan mengajar siswa (http://smacepiring.wordpress.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran/).