Bagi yang memerlukan dapat mengunduh silakan KLIK tautan di bawah ini :
1. Pedoman Pengawasan
2. Konsep Supervisi Manajerial
3. Pelaksanaan Supervisi Manajerial
4. Supervisi Akademik
5. Supervisi Manajerial
6. Laporan Hasil Pengawasan
7. Pemantauan Pemenuhan SNP
8. Pengembangan Profesi
9. Penilaian dan Pemantauan Pembelajaran
10. PKS, PKG dan Penilaian Tenaga Kependidikan
Hari ini aku kembali kepadamu bersama rindu yang terpendam bertahun-tahun dihati. Terimalah hadirku yang hendak mengajakmu kembali meniti dunia, mencari teman, sambil terus menerus berbagi. Sambutlah aku kembali. Karena sesungguhnya diantara kita selalu saling menyayangi dan merindui....
Minggu, 09 Oktober 2016
Sabtu, 08 Oktober 2016
MACAM – MACAM PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Ada
beberapa macam pendekatan pembelajaran yang digunakan pada kegiatan belajar
mengajar, antara lain :
1. Pendekatan Kontekstual
Abangan
Pada suatu saat di abad ke-19, seorang
sastrawan Jawa bertanya gelisah kepada dirinya sendiri: lebih berat ke manakah
hatiku, ke Allah atau ke Ratu?
Kita sekarang akan menganggap pilihan itu kontroversial.Tapi
sudah disebutkan, ini abad ke-19. Penulis puisi itu—konon ia Mangkunegara IV
sendiri, yang memerintah Surakarta dari 1857 sampai 1881—menganggap yang
dihadapinya bukan persoalan theologi atau filsafat, melainkan identitas sosial.
Alasannya sederhana: ia bukan keturunan khatib atau tokoh
agama. Ia anak ”priayi”, lapisan pejabat kerajaan yang terpaut langsung atau
tak langsung dengan aristokrasi. Sang penyair Wedatama tak merasa tergabung dalam kalangankaum,
sebutan untuk orang-orang yang penampilan dan pernyataan dirinya dibentuk idiom
”Islam”. Ia bukan ”santri”. Dengan keangkuhan yang setengah disembunyikan ia
anggap ia akan ”nista” bila bergabung dengan kasta kaum yang di bawah itu. ”Yèn
muriha dadi kaum temah nista….”
Origami
Origami, di situ, mengandung dan mengundang
perubahan. Berbeda dengan kirigami, ia dilipat tanpa direkat ketat dengan lem
atau dijahit mati. Ia bernilai karena ia sebuah transformasi dari bahan tipis
dan rata jadi sebuah bentuk yang kita bayangkan sebagai, misalnya, burung
undan. Dan pada saat yang sama, ia mudah diurai kembali. Begitu juga penulisan
sejarah: ia bernilai karena ia mengandung pengakuan, masa lalu sebenarnya tak
bisa diberi bentuk yang sudah dilipat mati.
Saya selalu teringat ini tiap 17 Agustus.
Hari itu telah jadi sebuah institusi. Kita
memberinya nama dan merayakannya dalam sebuah lagu (“Tujuh belas Agustus tahun
empat lima, itulah hari kemerdekaan kita…”). Ada yang menjadikannya indikator
sebuah revolusi (dengan “R”) dan berbicara tentang “Revolusi Agustus”. Di
sekitarnya disusun ritual: tiap pukul 09.00 teks Proklamasi dengan tulisan
tangan Bung Karno yang bergegas itu dibacakan kembali. Momen 67 tahun yang lalu
itu seakan-akan patung pualam yang tak boleh lekang dan lapuk.
Teori Belajar Behaviorisme
Teori belajar behaviorisme adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behaviorisme. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
Belalajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
PENELITIAN KUALITATIF (Pengertian Data, Analisis Data dan Cara Menganalisis Data Kualitatif)
Oleh : Halim Malik
Penelitian
kualitatif adalah penelitian yang
bersifat deskriptif dan
cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna lebih ditonjolkan
dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar
fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan
teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian
dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar
antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam
penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau
penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif
peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan
penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Langganan:
Postingan (Atom)